Jumat, 21 November 2014

PELAKU KEKERASAN

PELAKU KEKERASAN

Perilaku kekerasan (PK) ini merupakan suatu gejala kejiwaan, yaitu suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan perasaan kesal atau marah yang tidak konstruktif. Dan ini juga merupakan Gangguan konsep diri : harga diri rendah

“PK” sebaiknya juga menjadi perhatian para orang tua, dimana perhatikan tanda dan gejala anak sejak dini:

Jumat, 13 Juni 2014

PUISI KANGGO BAPA

Bapa.., Abdi terang Salira teu ngandung Abdi, tapi apan getih Anjeun aya ditiap urat-urat raga Abdi, Anjeun ngawariskeun mere maweh berehan sinareng handap asor
Bapa.., Salira memang sanes nu ngalahirkeun Abdi, tapi aweuhan sora adzan Anjeun mitemeyan ngawawuhkeun Abdi sareng jalan ka Allah, Gusti Abdi
Bapa.., Abdi terang Salira sanes nu nyusuan, tapi apan tina tiap keclak kesang Salira, huap sinareng regotna nu ngajantenkeun cai susu keur Abdi
Bapa.., Abdi terang Salira teu salawasna ngajaga Abdi, tapi Abdi terang diunggal do’a Salira teu kantos luput nyebat nami palaputra Salira

Sabtu, 05 April 2014

POLUSI JANJI

Katanya Pemilihan Umum dengan segala ornamen dan dinamikanya dipandang sebagai pesta lima tahunan. Termasuk pesta janji-janji dari para calon yang sangat ingin terpilih rakyat untuk menduduki kursi parlemen bahkan kursi presiden. Rupanya tidak akan ada janji apa-apa kalau mau menduduki kursi reyot, paling disebut jangji gek.  Sebagian benar berjanji dengan sepenuh hati untuk dipenuhi tapi tidak sedikit yang janji palsu hanya untuk membuat tertarik calon pemilih, tanpa sedikitpun berfikir untuk mewujudkannya. Walau memang ada janji palsu yang enak didengar yaitu janji palsu dalam genre dangdut yang dapat membuat bujur ngagitek dan mata peureum beunta.

Kamis, 10 Januari 2013

KEMBALI TERJADI

KEMBALI  TERJADI

Beberapa hari yang lalu, tepatnya setelah bunyi terompet dan tabuhan lainnya nyaring berbunyi pada malam pergantian tahun baru, tahun 2012 berganti 2013, kejadian itu terulang krmbali untuk kesekian kalinya. Saksinya juga sama dengan kejadian kejadian sebelumnya, yakni anakku.

Sangat rinci kejadian itu terekam dalam benak fikiranku, anakku bahkan mungkin beberapa orang yang lewat. Dengan segala alasan pembenaran sepertinya kekerasan sangat lekat pada dirinya, dan aku tetap tidak mau mengikuti gaya kekerasannya.

Di pinggir jalan kejadiaannya, dan masih juga ada alasan untuk pembenaran tindakan itu, dulu juga saat kejadian itu terjadi di sebuah mall dengan tatapan mata puluhan orang, tentu dengan tatapan sembab dari mata anakku